Ruqoyyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Kesedihan Sepanjang Kereta #3

Kesedihan Sepanjang Kereta #3

Kak Maya dan adik-adiknya dipersilahkan masuk. Kak Maya mengucapkan salam sedangkan Nisa dan Lia masih saja menangis tetapi sudah sedikit reda.

"Assalamu'alaikum Ayah Bunda."

"Wa'alaykumussalam Nak." Jawab Ayah dan Bunda serempak.

"Bun..." Belum sempat Kak Maya menanyakan kabar orangtuanya, Nisa sudah keburu berbicara.

"Ayaah Bundaa, jangan pergi dari duniaa. Huaaaa..."

"Sudahlah jangan menangis. Semoga Ayah dan Bunda tidak pergi." Kata Ayah menenangkan.

"Iya Ayah." Jawab Nisa dan Lia. Akhirnya Nisa dan Lia pun tenang.

Kak Maya pun memberikan air dan teh untuk orangtuanya.

"Ayah Bunda ini ada air dan teh. Silahkan diminum!" Kata Kak Maya sembari menaruh air dan teh itu dimeja.

"Kak, Lia juga mauuu..." Ujar Lia kepada kakaknya itu.

"Iya Lia. Kamu juga maukan Nisa?" Kak Maya juga menawarkan minuman untuk Nisa.

"Iya kak. Aku juga mau." Jawab Nisa lesu.

"Kamu kenapa sayang?" Tanya Bunda karena melihat anak cantiknya itu tak ceria seperti biasanya.

"Aku tidak apa-apa kok Bun." Nisa segera merubah raut wajahnya ketika ditanya Bunda.

"Benar kan?" Bunda memastikan.

"Iya Bunda sayaaang" Nisa meyakinkan Bundanya.

----------------------------------------------------------------

1 Jam Kemudian...

-----------------------------

"Ayah Bunda, kalian kenapa?" Tanya Kak Maya, Nisa, dan Lia khawatir.

"Ayah dan Bunda tidak apa-apa." Jawab Ayah dan Bunda kompak.

"Tolong bantu kami mengucapkan Laa Ilaaha Illallah." Lanjut Ayah.

"Iya Ayah." Jawab Kak Maya dan Nisa. Sedangkan Lia malah menangis.

"Laa Ilaaha Illallah" Kata Kak Maya dan Nisa yang diikuti Ayah Bundanya itu.

Itulah permintaan terakhir Ayah dan Bunda yang mereka sayangi. Permintaan terakhir? Yaa, karena setelah mengucapkan Laa Ilaaha Illallah Ayah dan Bunda wafat.

Ruangan itu pun menjadi penuh dengan suara tangisan. Tak lupa mereka bertiga berdo'a agar mereka semua bisa dikumpulkan disurganya kelak.

"Inna Lillaahi Wa Inna Ilayhi Raaji'uun"

Mereka terus berdo'a. Setelah mereka sudah sedikit tenang, Kak Maya meminta Nisa untuk menjaga Lia karena Kak Maya mau memberitahu dokter. Nisa pun mengangguk. Kak Maya pun langsung pergi dari ruangan tersebut.

Setelah Orangtua mereka bertiga dikafankan, suster pun memanggil sopir untuk pergi ke pemakaman. Kepemakaman? Yup! Pasti kalian sudah tahu kenapa kepemakaman. Tentu saja untuk memakamkan orangtua Kak Maya dan adik-adiknya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

BAGUS BANGET

02 Mar
Balas

Makasih.

03 Mar

RUQOYYAH KENAPA KAMU GAK MAIN?

02 Mar
Balas

Aku males, aku juga bikin cerita

03 Mar

AKU KAN MAU NGOBROL

02 Mar
Balas

Lg pula kemarin juga hujan

03 Mar

nanti main gak?

03 Mar

NGGAK! AKU MALAS MAIN DILUAR! maaf kalau ak menyakiti hatimu

03 Mar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali