Ruqoyyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Buah dari Kesabaran Bab 2

Ternyata dugaan Naya benar, teman-temannya mengejeknya.

"Kamu ngapain sih? Pakai hijab segala." Ujar Dina.

"Iya, kamu gak usah sok suci yaa." Ujar Mia menanggapi perkataan Dina.

"Kalau kalian tidak suka tidak apa-apa, lebih baik aku menyendiri." Kata Naya dengan sabar.

"Kalau kamu mau menyendiri, menyendiri aja sana. Kau memang tidak pantas berteman dengan kita." Ujar Misa.

"Benar apa yang dikatakan Misa." Kata Mia dan Dina serempak.

Begitulah yang selalu dikatakan teman-teman pengganggunya. Walau begitu Naya hanya bisa bersabar. Dia tidak bisa melakukan apapun kecuali bersabar dan tawakkal kepada Allah.

Waktu berjalan cepat, tiba-tiba jam Naya bergetar, tanda sudah harus pulang kerumah. Naya pun bergegas pergi untuk kembali kerumah.

"Assalamu'alaikum Bunda" Naya mengucapkan salam kepada bundanya.

"Wa'alaikumussalam Naya" Bunda menjawab salam anak tunggalnya itu.

"Bagaimana Naya, apakah teman-temanmu itu sudah mau berteman denganmu?" Tanya Bunda.

"Belum Bun" Jawab Naya.

"Hmm... lalu apa yang dilakukan mereka?" Tanya bunda kembali.

Naya terdiam sejenak, "Yaa, masih seperti biasa. Mereka masih mengatakan yang sama dengan yang kemarin-kemarin" Jawab Naya

Setiap Naya pulang dari bermain, Naya selalu ditanya seperti itu dan Naya juga terus menjawab dengan perkataan yang sama. Sebenarnya Bunda Naya selalu menanyakan seperti itu karena Bunda Naya ingin anaknya bisa bermain dengan tenang.

Setelah Naya capek untuk menasihati mereka, Naya mulai tidak bermain diluar lagi. Tetapi bukan berarti dia putus asa,dia tetap bersabar, berdo'a, dan tawakkal kepada Allah. Dia yakin dibalik semua ini pasti ada jalan keluarnya.

Ayah dan Bunda Naya juga berdo'a agar anak tunggalnya itu bisa selalu bersabar dalam menghadapi teman-temannya itu.

-Bersambung-

------------------------------------------------------

Assalamu'alaikum sobat sasisabu.

Ogenkidesuka? Apa Kabar?

Nah, ini cerbung bagian 2 nya yaa.

Kalau mau baca cerbungku yang bagian 2 ini kalian harus baca dulu bagian 1 nya.

Bagian 1 nya udah diposting kok.

O,iya kalau ada kritik dan saran tulis di komentar yaa

Jangan lupa follow aku, Insya Allah kalau kalian follow nanti aku follback kalian, mau gak?

Mungkin segini dulu aja yaa bab 2 nya

Bye...

Assalamu'alaikum.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

keren bangettttt maasyaallah, lanjutin ya ruqoy

25 Feb
Balas

Syukron Fatimaahh udah ada tuh bab 3 nya

25 Feb

Bagus kak, Semangat ya buat cerpennya

24 Feb
Balas

Terima kasih Inayah, km juga semangat yaa Btw Inayah km umurnya berapa?

24 Feb

Lanjutin Ruqoyy penasaran aku wkwk

25 Feb
Balas

Udah ada kak bab 3 nya

25 Feb

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali